GIOK UNTUK EMAK

“Ya Tuhan berkatilah cucuku Patricia Yora Wenas supaya selalu sehat, dan jadi orang yang sukses…….” 

begitulah sebagian kutipan doa yang aku dengar setiap hari jam 7 malam dari kamarnya sambil menutup doa rosario-nya. Di setiap butir- butir Salam Maria yang dihaturkan tersimpan doa yang ditujukkan Emak kapada seluruh keluarganya. Tidak ada yang terlewat, semua di absen satu persatu setiap hari.

Tahun 2011, saat aku baru saja lulus sekolah Penerbangan, Emak menjadi salah satu orang yang paling bangga dan bahagia. Setiap tugas terbang, Emak selalu sigap hadir untuk mengantar, meski kadang ketiduran juga sih karena jadwal terbang tidak teratur.

Tahun 2012 akhir, saat perusahaan pertama aku bekerja (Batavia Air) dinyatakan pailit, aku meneruskan karir penerbangan di TigerAir Mandala. Saat itu rute TigerMandala hanya sebatas domestik dan sedikit rute Internasional. Hanya ada Singapore, Malaysia, dan Bangkok.

Di suatu malam setelah berdoa rosario, emak berujar padaku.. “Yora, nanti kalo ada terbang ke daerah Zhong Guo ( Cina ), emak mau ya dibeliin gelang Giok.” Sontak aku tertawa,.. “Hahaha.. kayaknya ga mungkin deh, mak.. Rute terbang aku ga akan sejauh itu,, Cuma deket-deket Indonesia aja.” Lalu emak menjawab, “Yah.. siapa tau kan nanti kamu bisa terbang kesana.” jawab Emak, lalu ku- Amini.

Selang beberapa bulan tidak lama TigerMandala mengumumkan bahwa mereka akan membuka rute baru, yaitu CGK-HKG (Jakarta-Hongkong). Sontak aku kaget, meskipun itu bukan China Mainland, aku gak berfikir bahwa aku akan terbang sampai sejauh itu. Aku berfikir aku sungguh beruntung, apalagi route itu akan dibuat RON (Remain Over Night) selama semalam di Hongkong. Aku langsung berfikir,.. “INI ADALAH JAWABAN DOA EMAK UNTUK AKU.” 

Saat yang dinantikan tiba, aku pun melaksanakan schedule terbang ke Hongkong. Saat landing disana yang aku pikirkan adalah “Aku mau beli gelang Giok untuk Emak!”. Aku berjalan dan mencari, dan akhirnya aku temukan satu gelang giok bewarna hijau lembut dengan ukuran yang pas dengan tangan Emak.

Setelah aku pulang dari Hongkong langsung aku menuju kamar Emak dan memberikan Giok itu untuk Emak, sambil berkata dan berterima-kasih, “Ini doa dari Emak, aku bisa terbang jauh dan bisa beli ini untuk Emak sekarang.”  Emak senang, dan gelang giok itu gak pernah lepas dari tangannya. Disitu aku berjanji,” Lain kali aku janji aku akan bawa emak terbang sama aku ke Hongkong.”  Emak lalu berkata lagi, ” Iya,… Emak mau lihat tembok Cina sama Tian An Men” (maklum Emak gatau bedanya Cina dan Hongkong dan gatau tembok Cina itu dimana, hahha”) . Mendengar Emak berkata seperti itu aku tertawa, ” hahaha.. kayaknya kalo itu gamungkin deh mak.. tembok Cina itu di Beijing bukan di Hongkong,.. Beijing itu jauuuuuh banget, gak mungkin aku akan terbang kesana. Nanti kalau ada rejeki kita ikut tour aja kesana ya,..” begitu jawabku. Lalu emak menimpali,” haha..oh begitu ya,, emak gatau. Ya tapi siapa tau aja kan nanti km bisa terbang sampai kesana”. Aku dan emak lanjut tertawa.Mustahil” kataku di dalam hati.

Dua tahun berlalu, aku sangat menikmati masa-masa terbang di TigerMandala, namun situasi sangat cepat berubah,.. Bulan Mei 2014, tempat bekerja-ku saat itu menyatakan akan segera tutup operasi di bulan depannya. Aku merasa terguncang, dalam hati aku berfikir..” kok gini banget ya..baru selesai pailit dari perusahaan yang lama sekarang perusahaan baru harus stop operasi juga, kenapa ya harus pindah-pindah terus seperti ini.”

Namun Tuhan berkata lain, benar kata orang bijak diluar sana…Jika satu pintu tertutup yakinlah Tuhan membukakan pintu yang lain kepada kita.

Tidak lama, beberapa perusahaan Airlines di Indonesia, salah satunya Garuda mengundang kami beberapa Pilot di TigerMandala untuk menawarkan pekerjaan di perusahaannya, kebetulannya adalah mereka sedang membutuhkan Co-Pilot Airbus 330. Jujur, tidak pernah terpikir oleh aku akan bisa terbang membawa nama Indonesia apalagi membawa pesawat bebadan besar dengan kapasitas sampai dengan 250 orang lebih. Namun karena aku merasa ini adalah kesempatan besar, maka dengan keberanian aku coba, tentunya besar pengharapan aku untuk bergabung di maskapai kebanggaan bangsa ini.

Ternyata jalan Tuhan beriringan dengan harapan aku. September 2014, aku resmi bergabung dengan Garuda Indonesia. Aku memulai training dan dikenalkan dengan seluruh rute-rute penerbangan yang belum pernah aku jamah sebelumya. Ada rute Australia, Jepang, Korea, dan CHINA! iya China! Garuda saat itu memiliki rute reguler menuju Hongkong, GungZhou, Shanghai dan Beijing!!!

Satu lagi berkat Tuhan dan doa Emak terjawab. Aku benar-benar percaya bahwa doa orang tua, keluarga, dan orang-orang yang menyayangi kita lah yang membantu kita, menopang, dan mengangkat kita bisa sampai di tempat yang kita bisa capai.

Sambil menunggu masa itu datang, aku rutin membawakan emak lembaran-lembaran Yuan (Mata Uang RRC) sebagai koleksi Emak. Mulain dari yang pecahan kecil sampai besar.

Akhirnya setelah 4 tahun menunggu, 6 Juni 2018 Emak sampai juga ke tembok Cina dan Tian An Men yang selama ini dia hanya bisa bicarakan. Dan luar biasanya ternyata emak selama ini menyimpan dan membawa tiap uang-uang kertas bahkan koin yang selama ini aku berikan untuk koleksi, hingga sampai disana aku kaget tiba-tiba Emak bisa membelikan aku Ice Cream. Hahaha..

Ini dia foto-foto emak yang akhirnya BERHASIL ketemu dan memegang tembok Cina.

YEAY!!

 

7651041824_IMG_2328
Pose di Tian An Men Square bersama Mao Tse-Tung Idolanya
7651041824_IMG_2347
nah.. ini didalamnya “Forbidden City”

 

Saat sudah sampai di Beijing, wishlist Emak ternyata bertambah.. “Yora besok emak mau foto pakai baju Cina.” Akhirnya aku memutar otak. Bertanya kesana kemari, dimana ada tempat sewa baju Cina yang dekat. Tapi kebanyakan tidak ada yang tau. 😦

Sampai di hari kedua, kita baru selesai dan keluar dari area Forbidden City, cuaca saat itu sangat panas sekali dan kita jalan sangat jauh mengitari area tersebut. Alhasil kita kepanasan dan memutuskan untuk melipir untuk sekedar beli minum dan Ice Cream. Saat kita lagi menikmati Ice Cream kita, tiba-tiba kita di datangi Ibu-Ibu Cina paruh baya  yang sepertinya menawarkan sesuatu ke kita. Setelah kita lihat dan “coba untuk mengerti” ternyata beliau menawarkan  FOTO DENGAN QIPAO yaitu PAKAIAN TRADISIONAL CHINA!! Pucuk dicinta, ulam pun tiba.. Lagi-lagi doa emak terjawab, tapi kali ini cepat banget!

Akhirnya kita dibawa masuk oleh ibu-ibu China tersebut dan dipersilahkan untuk foto. Orangnya baik, ramah, meskipun tidak bisa berbahasa Inggris apalagi Indonesia, tapi komunikasi bahasa tubuh kita lumayan lancar. Hahaha..

Ini dia hasil foto dan wishlist emak yang lagi-lagi terkabul.

 

emak in Qipao
EMAK in QIPAO

 

Saat selesai jalan- jalan dan tibalah saatnya kita berbelanja. Aku pikir inilah saat nya, akhirnya Emak bisa memilih sendiri giok yang ia inginkan dan aku menawarkan, ” Ayo mak.. beli giok..!!” Emak menjawab dengan logat jawa-nya ” Wess lah,., gausa..”  😀 HAHAHA kita semua tertawa.

Dari perjalanan ini aku belajar bahwa, "Tidak ada hal yang 
mustahil bagi Tuhan, Jika memang Tuhan ber-kehendak, cepat
atau lambat doa kita pasti di jawab. 
Setinggi apapun mimpi dan keinginan kita pasti bisa terjadi! 
Asal kita mau terus 
berusaha dan TIDAK BERHENTI BERDOA."

Dan aku percaya apa yang aku dapat capai saat ini pastilah karena doa-doa dari orang terdekat aku, orang tua, keluarga, sahabat,teman, dan orang-orang yang mengasihi aku, dan pastinya nenek berusia 79 tahun yang lincah ini, yaa..”EMAK”. 😀

Semoga Emak selalu sehat dan berumur panjang…

begitu pula dengan semua orang yang membaca ini.

Amin.

Jeremiah 29:11
For I know the plans I have for you,” declares the LORD, 
“plans to prosper you and not to harm you, plans to give you 
hope and a future.

 

 

Advertisements

STRENGTH

STRENGTH🙏

 
Firman Tuhan yang aku baca hari ini membawa aku ke dalam renungan. 
Selama aku hidup apa sebenarnya yang membuat aku kuat dalam menghadapi rasa sakit? Baik itu rasa sakit jasmani maupun sakit secara rohani. Dan apa yang sebenarnya yang membuat aku berjuang?

Banyak orang bilang ketika kita tersakiti kita menjadi lebih kuat. So, they said pain will make you stronger. Tapi bukan demikian sudut pandang aku. Yang membuat kita kuat bukanlah rasa sakit tapi kasih.

Kenapa?? Karena saat kita berjuang melawan sakit berarti kita sedang berjuang untuk lebih mengasihi diri kita sendiri dan orang -orang yang kita sayang.

Contoh

  1. Saat seorang tentara medan perang yang berjuang mati-matian untuk bangsa dan negaranya. Ia kuat berjuang bukan karena penjajah. Tp karena rasa cinta tanah air dan keinginan untuk tetap hidup untuk kembali bertemu dengan keluarganya.
  2.  Saat seorang ibu yang ditinggal pergi suaminya dan harus menghidupi anaknya seorang diri. Pastilah ia akan mengerahkan seluruh tenaga untuk bertahan hidup dan menghidupi anaknya. Rasa cinta dan kasih untuk memberikan yg terbaik untuk buah hatinya ini lah yang membuatnya bertahan.
  3. Saat kita sakit, pastilah kita pergi ke dokter, minum obat, makan yang sehat dan berjuang untuk sembuh.. Semangat juang kita bukan karena penyakit kita.. Tapi karena kita mengasihi diri kita, dan ingin membahagiakan orang-orang yang kita kasihi dengan kesehatan kita.

Jika dianalogikan.. kekuatan adalah sebuah ruangan, rasa sakit adalah pintunya dan kasih adalah kuncinya.

Tanpa kasih dan cinta pasti lah kita tidak bisa keluar dari rasa sakit, dan akan larut dalam dendam dan kebencian.

Begitupula yang aku rasakan.. Saat aku merasa sakit hati cara satu-satunya untuk keluar adalah dengan mengasihi diri sendiri terlebih dahulu baru aku bisa mengasihi orang lain bahkan orang yg menyakiti kita. Lalu dari mana kekuatan kasih yang besar itu berasal? Kasih yang sabar, mengampuni, penuh sukacita, dan membawa damai tentulah dari Allah sendiri.

Ingat Yohanes 4:19 , ” Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”

Jadi kita mengasihi bukan karena ingin dikasihi dan ingin dibalas. Tapi memang kita sudah terlebih dahulu diberkati dan dikasihi Tuhan dengan kasihNya yang sempurna dan tidak pernah terputus.

Jadi dari mana sumber kekuatan kita selama ini?

Aku percaya itu semua karena Kasih Allah. Kasih Allah lah yang menguatkan kita dan membuat kita bertahan.  ☺️

Mazmur 27:1

“Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapa aku harus takut?   Tuhan adalah benteng hidupku, kepada siapa aku harus gentar? “